Sejarah

KAMAJAYA SEKILAS

Dua puluh dua tahun yang lalu (Mei 1985), bertempat di Wisma Realino untuk yang pertama kali diselenggarakan pertemuan para alumnus UAJY. Yang hadir ketika itu sekitar 30 orang, mereka adalah lulusan UAJY, sebagian mereka berkarya di UAJY. Momentum itu disebut Kongres Alumni yang pertama. Tujuannya adalah membentuk wadah para lulusan UAJY, agar para lulusan tetap dapat berkomunikkasi secara personal maupun institusional, yang pada akhirnya semua dapat saling mendukung dan berkembang bersama. Kesepakatan yang utama pada Kongres I adalah membentuk wadah alumnus (lulusan) dalam sebuah organisasi alumni, dan ini disepakati oleh semua yang hadir pada saat itu. Lalu soal nama juga banyak masukkan ada yang mengusulkan IKAJAYA (Ikatan keluarga Alumni Universitas Atma Jaya), Persatuan Alumni Atma Jaya, KAMAJAYA dan lain-lain, kamudian kongres menyetujui nama KAMAJAYA (Keluarga Alumni Universitas Atma Jaya Yogyakarta). Pembicaraan yang amat alot menyangkut soal syarat-syarat keanggotaan, siapa saja yang bisa menjadi anggota KAMAJAYA. Secara umum semua lulusan berhak menjadi anggota KAMAJAYA, namun ketika itu ada berbagai pertimbangan yang menyebabkan tidak semua lulusan UAJY bisa menjadi anggota KAMAJAYA. Persoalan yang mengemuka pada saat itu adalah: “seperti apa rumusan alumni itu ?” Menurut KBI 1988, Alumni adalah “bekas pelajar, mahasiswa; lulusan suatu sekolah atau perguruan tinggi”, sedangkan dalam kongres disepakati bahwa alumni UAJY adalah lulusan UAJY. Untuk yang pertama kalinya Ketua Umum KAMAJAYA dipegang oleh Drs. PJ. Suwarno, SH. Yang kedua Drs. Gunawan Jiwanto, MBA, yang ketiga Ir. FX. Junaedi Utomo, M.Eng, yang ke empat Ir. Y. Hendra suryadharma, MT, hingga saat. Hingga saat ini KAMAJAYA telah memiliki beberapa pengurus Daerah antara lain Pengda DIY, Pengda Jawa Tengah, Pengda Jawa Timur, Pengda DKI, Pengda Lampung, Pengda Bali, Pengda Kalimantan Timur, Pengda Kalimantan Barat, Pengda Sumatera Selatan, Pengda Riau (Batam), Pengda Sumatera Utara, Pengda Bengkulu dan satu Pengurus Cabang Tarakan.